Selasa, 12 November 2013

tugas sibernetika V

1. jelaskan apa yang anda pahami tentang perang siber (cyber war)
Cyber warfare (Cyberwar), merupakan perang yang sudah menggunakan jaringan komputer dan Internet atau dunia maya (cyber space) dalam bentuk strategi pertahanan atau penyerangan sistim informasi lawan.   Cyber warfare juga dikenal sebagai perang cyber yang mengacu pada penggunaan fasilitas www (world wide web) dan jaringan komputer untuk melakukan perang di dunia maya.  Kegiatan cyber warfare dewasa ini sudah dapat dimasukan dalam kategori perang informasi berskala rendah (low-level information warfare) yang dalam beberapa tahun mendatang mungkin sudah dianggap sebagai peperangan informasi yang sebenarnya  (the real information warfare).  
Cyberwar juga dikenal sebagai perang cyber mengacu pada penggunaan word wide web dan computer untuk melakukan perang didunia maya. Walaupun terkadang relative minimal dan ringan, sejauh ini perang cyber berpotensi menyebabkan kehilangan secara serius dalam system data dan informasi, kegiatan militer dan kegiatan lainnya, cyber warfare berarti dapat menimbulkan seperti resiko bencana diseluruh dunia.
"Cyber warfare" berkembang dari "cyber crime" yang memiliki arti bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet jaringan komputer seperti menyebar virus yang merusak akses informasi, membajak atau mencuri informasi, mengubah informasi secara ilegal, hingga memata-matai akses informasi. Seperti contoh, pada saat perang Irak-AS, disana diperlihatkan bagaimana informasi telah diekploitasi sedemikian rupa mulai dari laporan peliputan TV, Radio sampai dengan penggunaan teknologi sistim informasi dalam cyber warfare untuk mendukung kepentingan komunikasi antar prajurit serta jalur komando dan kendali satuan tempur negara-negara koalisi dibawah pimpinan Amerika Serikat
2. fenomena perang siber 
Istilah-istilah seperti cyber war, cyber attack, cyber espionage, cyber crime pun makina akrab kita dengar. Sekarang target kejahatan internet tidak hanya terkjadi antar pribadi dan organisasi, tapi juga sudah dilakukan antar Negara. Kevin Haley, Direktur Security Respon Symantec mengatakan bahwa serangan cyber sudah setara dengan saber rattling. Setiap negara, organisasi, atau grup individu berusaha menunjukkan kekuatan serangan sembari mengirimkan pesan-pesan tertentu.
Dengan banyaknya istilah-istilah kejahatan syber seperti yang diungkapkan diatas sudah sangat jelas bahwa fenomena perang siber bukan hal yang baru. Dunia siber tidak hanya menyusup kedalam permasalah antarnegara saja melainkan juga merambat kedalam permasalahan perorangan/individu. Dengan perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih diikuti pula dengan merajalelanya kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Dalam ruang lingkup kecil saja sudah banyak Anonymous-anonymous yang sangat menggangu sebuah sistem kenyaman perorangan.
Seperti hal Situs resmi Takhta Suci Vatikan pun ikutan kebakaran jenggot saat jaringannya mati total sebagai wujud protes peretas atas skandal sodomi. Tak sampai di situ, Anonymous berhasil menguak data mengenai konspirasi terbesar abad ini yakni runtuhnya menara World Trade Center pada 9 September 2001. Mereka pula yang berhasil mengungkap data jenazah Usamah Bin Ladin dibakar dan bukan dibuang ke laut seperti diberitakan pemerintah Amerika.
Situs yang memuat berbagai kegiatan presiden itu diubah tampilannya, hanya ada gambar dengan ikon labu mirip gambar pocong bertuliskan jemberhacker.web.id dengan latar belakang berwarna hitam, serta tulisan “! Hacked by MJL 007 ! This is a PayBack From Jember Hacker Team.” Pada umumnya, deface menggunakan teknik Structured Query Language (SQL) Injection, namun untuk kasus situs SBY, menurut sejumlah praktisi teknologi informasi, kemungkinan besar terjadi Domain Name System (DNS) Poisoning atau populer disebut DNS Hijack (pembajakan DNS), bukan server situs Presiden SBY yang diretas, tetapi terjadi pembelokan ke situs lain. Pembajakan DNS biasanya dilakukan jika server susah diretas.
Dengan peristiwa yang terjadi itu dengan demikian kejahatan didunia siber dapat mengacaukan personal dari seorang pemimpin didalam suatu negara. Adanya kekuatiran teraksesnya data pribadi yang seharusnya tidak diketahui oleh publik. Pada kesimpulannya Anonymous pada dasarnya melakukan pemberontakan dengan mengacaukan personal seseorang.  Hal ini dilakukan karena ketidak puasan terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan baik pemimpin atau kapada sekelompok individu.
Beberapa penyedia jasa layanan keamanan internet memprediksi bahwa serangan kejahatan di internet akan makin ganas di tahun 2013. Sedikitnya ada lima tren serangan yakni maraknya man in browser attack, watering hole attack, mobile malware, cross platform attack, dan hypervisor attack.
3. Dampak perang siber
1. Cyber berupa virus komputer mampu mengubah formula kimia instalasi penjernihan air untuk jutaan penduduk, merusak kestabilan instalasi nuklir dengan  memperlambat atau mempercepat motor penggerak atau bahkan membuat berputar jauh diatas kecepatan maksimum sehingga menghancurkan sentrifuse reaktor nuklir.
2. Hacker mampu mengubah laman situs KPU dari  warnet di Sleman Yogyakarta. Motifnya ‘mempermalukan’ dan tidak sampai membahayakan. 
3. dampak lainnya yang diakibatkan oleh perang siber iini adalah yaitu salah satu contohnya Stuxnet mampu menyusup masuk dan menyabot sistem dengan cara memperlambat ataupun mempercepat motor penggerak, bahkan membuatnya berputar jauh di atas kecepatan maksimum. Kecepatan ini akan menghancurkan sentrifuse atau setidaknya merusak kemampuan alat itu untuk memproduksi bahan bakar uranium.
4. Merusak kestabilan ekonomi. Seperti dalam scope Indonesia, sudah sering terjadi Cyber Crime, biasanya yang disasar institusi perbankan atau institusi finansial lain. Pada tahun 1998, misalnya Hacker mampu mengubah laman situs KPU dari  warnet di Sleman Yogyakarta. Motifnya ‘mempermalukan’ dan tidak sampai membahayakan.  
5. Stabilitas keamanan sebuah Negara melemah, dikarenakan serangan dari pasukan cyber Negara lain, seperti yang terjadi di Negara Iran yaitu terjadinya sebuah ledakan besar.  Ledakan besar itu merobek pangkalan Korps Garda Revolusi pada 12 November 2011, meratakan sebagian besar bangunan dan menewaskan 17 orang, termasuk Pendiri program rudal balistik Iran, Jenderal Hassan Tehrani Moghaddam, kata The Los Angeles Times Minggu malam.
4. Menurut anda apakah Indonesia perlu membentuk pasukan khusus siber?
Perang di dunia maya (cyber warfare) menjadi ancaman di berbagai belahan dunia ini di samping perang konvensional yang saling mengungguli dalam penggunaan alutsista. "Cyber warfare" berkembang dari "cyber crime" yang memiliki arti bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet jaringan komputer seperti menyebar virus yang merusak akses informasi, membajak atau mencuri informasi, mengubah informasi secara ilegal, hingga memata-matai akses informasi. 
Maka tentara Nasional Indonesia (TNI) tak hanya dituntut profesional dan mahir dalam memiliki dan menggunakan alat utama sistem senjata (alutsista) tetapi juga harus canggih dan tidak "gaptek" menghadapi ancaman di dunia maya (cyber space). Untuk itu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro segera membentuk satuan khusus tentara siber (cyber army) untuk menangkal serangan di dunia siber yang dapat mengganggu kedaulatan negara dan pertahanan negara. Pembentukan "cyber army" merupakan bagian dari pembangunan Pusat Pertahanan Siber (Cyber Defence) yang meliputi pertahanan sistem komunikasi dan informasi Kementerian Pertahanan. "Cyber army" terdiri atas kalangan militer yakni TNI AD, TNI AU, dan TNI AL hingga kalangan sipil.
"Serangan cyber yang dapat mengganggu kedaulatan bangsa saat ini cukup terbuka lebar. Cyber Army dibentuk untuk menangkal serangan tersebut," ucap Purnomo baru-baru ini. Kementerian Komunikasi dan Informatika akan membantu tata kelola, infrastruktur, peralatan, dan sumber daya manusianya. "Potensi gangguan saat ini sudah ada tetapi kadang-kadang tidak kita rasakan," kata Purnomo. Pengamat militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramodhawardani sangat mendukung rencana Menteri Pertahanan itu. "Itu sangat penting.
Jangan dilupakan Indonesia juga memiliki peretas-peretas tangguh," ungkapnya.  Menurut Jaleswari, dari beberapa kali diskusi bersama petinggi TNI dan Kemhan, Indonesia memiliki sumber daya peretas yang tangguh bahkan sangat diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara. Peretas-peretas ini memiliki strategi efektif untuk melumpuhkan pertahanan lawan dan mampu membaca taktik secara tepat.
http://www.antaranews.com/berita/399394/cyber-army-antisipasi-cyber-warfare
5. Apa kaitan perang siber dengan dinamika komunikasi internasional?
Kaitan antara perang siber dengan komunikasi internasional sangat lah erat, karena perang siber atau dampak perang siber tehadap negara sangat besar, karena perang siber ini bisa menimbulkan dan bahkan memutuskan hubungan antara negara satu dengan negara lainnya, dan bisa sampai menimbulkan peperangan, karena dengan adanya situs internet ini, maka antara negara saling ingin tahu rahasia dan kelemahan tentang negara lain. Maka dapat menimbulkan peperangan antara negara satu dan yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar